Libur telah usai dan waktu kuliah telah tiba, kembali ke rutinitas biasa yang penuh dengan warna dan lika-liku, ya kalau boleh dibiakan sih begitu heheh. Hari ini tepatnya hari kedua aku sudah masuk kuliah, tanggal 7 Februari 2017. Tepat dihari ini juga kebetulan aku dan bersama 4 temanku yang lain untuk masuk ke kelas atau yang biasa anak kuliah sebut unit lain. Pada semester ini aku dan beberapa temanku akhirnya memutuskan untuk masuk ke unit lain dalam beberapa mata kuliah. Dari keseluruhan mata kuliah, kami memilih 4 mata kuliah untuk kami masuki di unit lain, yaitu unit A. Jadwal untuk kami masuk ke unit lain adalah di hari selasa dan kamis. Hari ini tepat hari selasa dan kami masuk ke unit A.
Sebelum hari ini tiba
aku bahkan sudah membayang kan dari hari sebelumnya. ”Bagaimanna nanti jika aku sudah memasuki unit A ?” “Bagaimanakah
orang-orang yang ada di dalam unit A ?” “Apakah welcome kepada orang baru ?” “Apakah aku akan
terbiasa dan mampu untuk menggerakkan tubuhku yang biasanya identik dengan gerakan
slow motion dipagi hari ?” hahaha ya karena di semester ini jadwal ku
berkuliah masuk dipagi hari. Dan karena pun selama ini aku sudah terbiasa
kuliah pada siang hari, jadinya pagi hari menjadi waktu kembali sulit bagiku.
Memang sih dari kecil sampai SMA aku masuk sekolah itu pagi, tapi ya namanya
kebiasaan selama kuliah, kebiasaan yang tidak bagus tentunya hahaha.
Setibanya aku dikampus,
aku langsung naik ke lantai 3 pada gedung kampus ku, untuk memeriksa dimanakan
kelas unit A itu berada. Pada saat itu, ramai anak-anak lain namun baru aku
sendiri diantara teman-temanku yang datang kekampus. Setelah memeriksa akhirnya
jumpalah kelas yang bakal menjadi dunia baru dalam penggalian ilmu ku. Selang
beberapa menit teman-temanku yang ikut mengambil kelas di unit A pun datang,
mereka mengambil tempat di sudut area kampus untuk bercengkrama sejenak, akupun
berlalu meninggalkan mereka untuk pergi ke depan pintu kelas dari unit A untuk
menyapa teman-teman baru di unit A tersebut, ya salah satunya ada yang sudah kukenal.
Lalu muncul seorang
anak, ya pastinya penghuni pribumi dari unit A baru datang dengan lagaknya,
mengatakan “Waduhh.. dijajah kelas kita
ini..! kok banyak kali anak luar yang masuk, gara-gara kalian aku gak
kesempetan milih unit A karna kuotanya habis, udah keluar aja sana kalian, kok
dijajah gini kelas kita ini !”. Lalu aku berfikir betapa anehnya
perkataannya tersebut. Lalu dia berbicara kepadaku, “Kau ya yang ambil mata kuliah di A ?”, “Iya, memang kenapa ?” aku
menjawab. “Udah keluar aja sana, kalau
enggak tukar namamu dengan namaku di kelas ini”, aku langsung menjawab “Terserah aku mau ngambil kuliah dikelas
mana pun, itu hak aku, itu salah kau sendiri terlambat ngisi KRS, kalau mau
masuk ke kelas ini sana lapor ke TU, minta di bukakan kuota untuk kelas ini”.
Mungkin dia mengira aku ini semester dibawahnya yang mengambil bonus SKS
apabila mendapat IP bagus di kelasnya. Dia bertanya lagi “semester berapa kau ?”, “semester 6” ku jawab lantang. Langsung
dia terdiam lalu mengalihkkan pembicaraan. Merememehkan oranng lain karena ia
kira orang tersebut berada dibawahnya posisinya, itu salah bung.
Setelah aku teliti
lagi, ternyata anak yang berlagak tadi memang anak yang yahh susah lah
dibilanginnya. Setelah dosen masuk ia baru masuk, terlambat dengan santainya
masuk ke kelas. Sampai dikelas bukan memperhatikan dengan seksama dan diam,
malah ternyata dari mulutnya banyak sekali keluar kata kata yang tidak berguna,
nyantel kalau dosen sedang
menjelaskan. Mungkin di anggapnya lucu, tapi melahan buat kesal. Lalu experience di unit A ini belum berhenti.
Salah satu teman ku yang ikut pindah ke unit A ini orangnya aktif, kuanggap
sangat aktif karena berbeda dengan orang lain. Pertanyaan yang timbul dari
kepalanya ada saja, tentunya ini baik. Karena bahkan yang tidak aku ketahui ia
mengetahuinya, bukankah dengan setiap pertanyaan yang dilemparkan seseorang, dan jawaban dari pertanyaannya akan menjadi
tambahan ilmu bagi kita ? Realita yang ku dapatkan di unit baru ini justru
berbeda. Setelah salah satu temanku ini melemparkan banyak pertanyaan kepada
dosen, mereka mulai “yahh.. halahh..”
seakan pertanyaan tersebut tidak berguna, dan karena hanya temanku tersebut
yang terus bertanya. Dosennya saja dengan senang hati menjawab pertanyaan,
bahkan memang disediakan waktu untuk bertanya.
Memang pada realitanya
aku juga bukan orang yang bagus-bagus amat, tidak terlalu aktif dan juga
tidaklah terlalu cerdas. Aku akui itu. Namun aku tahu bagaimana menjaga sikap,
bagaimana menghormati pendapat orang lain, dan berusaha menjadi pendengar yang
baik.
Malamnya, setelah hari
yang baru di kelas baru tersebut, sejenak difikiranku tersirat, “Apakah aku harus menghabiskan satu
semeterku dengan suasana begitu terus ? tidak
sepertinya”, jawabku dalam hati. Ditambah lagi karena, sepertinya aku
seorang yang Introvert.

0 comments:
Post a Comment