Lama sudah aku enggak update tulisan di blog ini, hampir sekitar 2 bulan sepertinya. Hehe ya biasalah seperti para blogger, ketika rasa bosan melanda, lalu enggak tau topik bahasan apa yang mau di tulis, jumpa topik bahasan tapi ketika mau mulai ngetiknya malah udah surut semangatnya. Apa lagi buat pemula seperti aku yang hanya ngeblog untuk sekedar iseng-iseng untuk melepas unek-unek dan stress.
Sebenarnya beberapa hari
dan minggu kebelakang telah banyak moment yang telah aku jalani, bingung mau
nulis yang mana dulu, kebanyakan
bingungnya ya hehe.
Oke mari aku ringkas
aja dari semua yang telah aku alami. Dari semua moment yang telah terjadi
beberapa waktu kebelakang ini aku menemukan satu kesimpulan, yaitu, aku harus
lebih dewasa dan berfikir dewasa.
Kenapa
itu kesimpulannya ?. Ya, jawaban dari semua yang telah aku
alami ialah aku harus lebih dewasa, dan sebagai mahasiswa aku harus lebih
berfikir intelektual.
Telah banyak kisah
sukses yang kulihat. Mulai dari para tokoh-tokoh hebat, hingga teman-teman masa
kecil ku yang mulai memunculkan namanya walau perlahan.
Yang kusadari adalah,
aku mempunyai cita-cita yang besar, namun usaha ku masih terlalu dan teramat
kecil.
Memang iya sih, ada
yang mengatakan bahwasanya kamu sebagai pribadi tidak boleh membanding-bandingkan
diri kamu dengan orang lain. Tapi kalau kita ngebanding-bandinginnya dengan hal
yang positif yang orang lain buat, lalu kita juga ingin buat seperti orang itu
bahkan lebih, tentunya dengan cara dan jalan kita sendiri, kan enggak ada
salahnya. Bahkan bagus, membuat si malas menjadi
bergerak, dan membuat si tak peka menjadi
peduli akan sekitarnya.
Oke balik lagi,
sebelumnya aku sudah mengatakan usahaku masih dibilang minim. Aku tak harus
menyalahkan siapa-siapa. Allah subhanahu wata’ala telah memberikan banyak
rahmat serta rezkinya padaku. Semua fasilitas tersedia.
Beberapa waktu
kebelakang aku sempat membaca sebuah buku yang menceritakan tentang kisah hidup
seseorang yang tinggal di daerah kawasan perang, hingga ia meraih sukses walau
didalam keadaan yang bisa dibilang aku saja mungkin tak sanggup mengalaminya.
Semakin “kesini” aku makin sadar bahwa, ada
banyak sekali tipe, sifat, dan tingkah pola manusia. Hingga menyadarkan aku,
bahwa aku masih terlalu lugu akan dunia, aku hanya berputar-putar di situ-situ
saja, hingga aku belum dapat memahami bagaimana dunia sebenarnya.
Kesadaran-kesadaran ini
yang membuatku tersadar bahwasanya aku tak bisa begini-gini terus, aku harus
lebih peka, aku harus lebihkan usaha ku, tekad ku, ibadah ku, do’a ku pada
Allah Azza wa Jalla.
Ya namanya manusia, proses
itu hal yang pasti. Setiap orang berproses, setiap orang tumbuh menjadi pribadi
yang lebih baik tentunya dengan proses dan banyak liku penyadaran yang ia alami
di dalam kehidupannya.
Bukankah
bunga-bunga yang kau lihat indah sudah mengalami banyak proses sebelum
pandanganmu terpaku akan indahnya ?
Indah
mu akan tampak ketika kau dekatkan diri pada sang Pencipta, Allah Azza wa
Jalla.

0 comments:
Post a Comment